Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan - Solo

Home arrow Kampoeng Laweyan arrow Arsitektur
Arsitektur PDF Cetak
Thursday, 21 August 2008

Masyarakat Laweyan bukanlah keturunan bangsawan, tetapi karena mempunyai hubungan  yang erat dengan kraton melalui perdagangan batik serta didukung dengan kekayaan yang ada, maka corak pemukiman khususnya milik para saudagar batik banyak dipengaruhi oleh corak pemukiman bangsawan Jawa. Bangunan rumah saudagar biasanya terdiri dari pendopo, ndalem, sentong, gandok, paviliun, pabrik, beteng, regol, halaman depan rumah yang cukup luas dengan orientasi bangunan menghadap utara-selatan. Atap bangunan kebanyakan menggunakan atap limasan bukan joglo karena bukan keturunan bangsawan.
 
Dalam perkembangannya sebagai salah satu usaha untuk lebih mempertegas eksistensinya sebagai kawasan yang spesifik, corak bangunan di Laweyan banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur Eropa dan Islam, sehingga banyak bermunculan bangunan bergaya arsitektur Indisch (Jawa – Eropa) dengan fagade sederhana berorientasi ke dalam, fleksibel, berpagar tinggi, lengkap dengan lantai yang bermotif karpet khas Timur Tengah. Keberadaan “beteng” tinggi yang banyak memunculkan gang – gang sempit dan merupakan ciri khas Laweyan selain untuk keamanan juga merupakan salah satu usaha para saudagar untuk menjaga privacy dan memperoleh daerah “kekuasaan” di lingkungan komunitasnya.


 


Faqade Rumah Laweyan
 


 

FPKBL

 Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan atau FPKBL berdiri tanggal 25 September 2004 . Lebih lanjut...

Hubungi FPKBL

HUMAS FPKBL
Alamat : Jl. Dr Rajiman No.521 Laweyan  Solo
Telepon : 0271-712-276
Fax : 0271-738-724